Pasar Saham Asia: Terus Menurun Karena Masalah Hong Kong Semakin Intensif
- Ekuitas Asia tetap dalam penawaran jual ringan di tengah pergolakan AS-Tiongkok.
- Komentar Presiden AS Trump tentang undang-undang keamanan nasional Hong Kong dinanti.
- Optimisme seputar dimulainya kembali ekonomi, liburan Inggris/AS dan kalender ringan bersama-sama menggambarkan gerakan yang lebih sedikit.
Dengan ketegangan AS-Tiongkok terkait RUU Hong Kong memukul sentimen risiko, saham Asia tetap tertekan menjelang sesi Eropa pada hari ini. Meski begitu, para pedagang menunggu komentar Presiden AS Donald Trump untuk mengkonfirmasi sinyal sanksi yang akan datang terhadap Hong Kong dan Tiongkok. Perlu dicatat bahwa kurangnya data/peristiwa utama, ditambah dengan akhir pekan yang panjang di AS dan Inggris, membuat momentum perdagangan ringan. Namun, optimisme seputar memulai kembali ekonomi di Jepang, Selandia Baru dan beberapa negara Asia-Pasifik lainnya menawarkan secercah harapan.
Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,20% tetapi NIKKEI Jepang naik 1,5% menjadi 20.695 pada saat ini. Lebih lanjut, ASX 200 Australia dan Selandia Baru NZX 50 juga mengikuti jejak saham Jepang di tengah harapan pembukaan kembali ekonomi sementara saham di Tiongkok tetap tertekan di tengah membayangi kekhawatiran atas RUU Hong Kong.
Lebih jauh, HANG SENG Hong Kong turun lebih dari 1,0% sedangkan BSE SENSEX India turun 0,85% menjadi 30.673 saat ini. Selanjutnya, pasar di Korea Selatan dalam penawaran beli ringan sementara tidak adanya pedagang di Indonesia dan Filipina tampaknya mendapat perhatian.
Di tengah semua katalis ini, saham berjangka AS naik ringan hampir 0,50% pada saat ini.
Karena pasar di AS dan Inggris tidak aktif, ditambah dengan Filipina dan Indonesia, pedagang dapat menyaksikan kurangnya pergerakan di tengah kalender yang ringan. Meskipun, angka IFO dan PDB Jerman mungkin menawarkan langkah menengah.