AUD/JPY Berbalik Lebih Rendah Dari Tertinggi 30 April, Sesi Yang Sarat Data Di Depan

  • AUD/JPY menghadapi penolakan pada resistance yang dikenal di 70,17. 
  • JPY menarik tawaran beli karena kontrak berjangka S&P 500 turun akibat kegelisahan perdagangan. 
  • IHP Tiongkok diperkirakan telah turun lebih cepat di bulan April.

Minat jual pada AUD/JPY mulai menguat dengan pasangan saat ini diperdagangkan di wilayah merah di sekitar 65,55, setelah menghadapi penolakan pada tertinggi 30 April di 70,17 pada awal Selasa. 

Penurunan 0,41% pada pasangan JPY yang terlihat pada waktu penulisan dapat dikaitkan dengan sikap keras Presiden AS Trump terhadap Tiongkok dan hasil penghindaran risiko di bursa berjangka AS. 

Setelah menuduh Tiongkok sengaja menyebarkan virus corona awal bulan ini, Presiden Trump sekarang mengambil sikap menentang negosiasi ulang persyaratan fase 1 dari perjanjian perdagangan AS-Tiongkok. Akibatnya, kontrak berjangka S&P 500 melaporkan penurunan 0,30%, dan yen anti-risiko mulai menguat terhadap dolar Australia terkait dengan pertumbuhan.

Pasangan ini bisa mengalami penurunan yang lebih dalam jika data, yang dirilis pada pukul 01:30 GMT / 08:30 WIB, menunjukkan penurunan harga pabrik di Tiongkok atau Indeks Harga Produsen bulan April lebih besar dari perkiraan. Data ini diharapkan keluar sebesar -2,6% dibandingkan -1,5% pada bulan Maret. Sementara itu, Indeks Harga Konsumen diperkirakan telah meningkat sebesar 3,7% dibandingkan 4,3% pada bulan Maret.

Juga, Indeks Kondisi Bisnis dan Keyakinan Bisnis Bank Nasional Australia untuk bulan April akan dirilis pada pukul 01:30 GMT / 08:30 WIB, Setelah itu, fokusnya akan beralih ke rilis anggaran Australia. 

 

Kapan data IHK/IHP Tiongkok Dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap AUD/USD?

Selasa pagi sekitar 01:30 GMT / 08:30 WIB, pasar melihat angka inflasi bulan April dari Tiongkok, yaitu Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga P
Đọc thêm Previous

Analisis Harga AUD/USD: Turun Jauh Di Bawah 0,6500 Jelang Data Tiongkok

AUD/USD turun ke 0,6435, melemah 0,81% pda hari ini, selama sesi Asia hari Selasa. Bisa dikatakan, pasangan pedagang menunggu angka inflasi Tiongkok s
Đọc thêm Next