IHK Tiongkok Naik 4,3% YoY Di Bulan Maret, Meleset Dari Perkiraan
Menurut data terbaru yang diterbitkan oleh Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok pada Jumat Agung, Indeks Harga Konsumen (Tahunan) mencapai +4,3% bulan lalu vs +4,8% haraoan dan +5,2% yang dicatat pada Februari.
Secara bulanan, IHK berada di -1,2% di bulan Maret vs -0,7% harapan dan +0,8% terakhir.
Sementara itu, Indeks Harga Produsen Tiongkok (Tahunan) (Maret) berada pada -1,5% di -1 -1% harapan dan -0,4% terakhir.
Tentang IHK Tiongkok
Indeks Harga Konsumen dirilis oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok. Ini adalah ukuran variasi harga ritel dalam sekeranjang barang dan jasa yang representatif. Hasilnya adalah ringkasan komprehensif terhadap hasil yang diekstraksi dari indeks harga konsumen perkotaan dan indeks harga konsumen pedesaan. Daya beli CNY terseret oleh inflasi. IHK adalah indikator utama untuk mengukur inflasi dan perubahan tren pembelian. Kenaikan indeks harga konsumen yang substansial akan mengindikasikan bahwa inflasi telah menjadi faktor destabilisasi dalam perekonomian, berpotensi mendorong Bank Rakyat Tiongkok untuk memperketat kebijakan moneter dan risiko kebijakan fiskal. Secara umum, pembacaan tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk CNY, sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau Bearish) untuk CNY.