WTI Konsolidasikan Kenaikan Di Bawah $66,50
Setelah menyaksikan sesi yang volatil Jumat lalu, WTI (minyak futures di NYMEX) diperdagangkan datar sejauh hari ini, dengan perhatian sekarang berbalik ke arah laporan persediaan minyak mentah AS yang akan dirilis pekan ini.
WTI terus menemukan penawaran jual baru di dekat titik tengah 66, karena kenaikan rig AS terus mengindikasikan kenaikan tingkat produksi minyak di AS. Perusahaan-perusahaan energi AS menambah 12 pengeboran minyak untuk produksi baru pekan lalu, dengan jumlah keseluruhan menjadi 759.
Selain itu, rebound yang dipentaskan oleh dolar AS terhadap pesaing utama lainnya juga membuat kenaikan dalam minyak yang sensitif USD terbatas. Dolar yang lebih kuat membuat minyak dalam denominasi USD lebih mahal bagi pembeli asing.
Namun, dari sudut pandang yang luas, sentimen tetap didukung oleh pengurangan produksi minyak OPEC-Rusia dan prospek pertumbuhan ekonomi global yang sehat. Lebih lanjut, mengingat prospek pertumbuhan global yang lebih baik, J.P Morgan menaikkan perkiraan harga rata-rata 2018 sebesar $10 per barel menjadi $70 per barel untuk Brent dan $10,70 per barel untuk WTI menjadi $65,63.
Pada saat penulisan, WTI diperdagangkan sedikit datar di $66,20 sementara Brent turun -0,40% ke $69,85.
Level-Level Teknis WTI
Resisten berada di level $66,66 (puncak 3 tahun) di atasnya ada $67 (resisten natural) dan $67,50 (level psikologis). Untuk sisi bawah, support berada di $65,94 (MA 5-hari), $64,84 (MA 10-hari) dan $64,34 (terendah 24 Jan).