AUD/JPY - Bearish Engulfing Candle, Vols Capai Terendah 7-Bulan

FXStreet - Bearish engulfing candle kemarin, menunjukkan rally dari level terendah 87,25 (rendah 10 Oktober ) mungkin telah berakhir.

Pembalikan risiko pada level tertinggi satu bulan, Volatilitas mencapai level terendah 7-bulan

AUD/JPY turun dari level tertinggi 89,08 ke 88,43 pada hari Senin. Aksi harga menelan menelan candle hari Jumat.

Aksi harga negatif hari ini akan menambah kepercayaan pada candle bearish engulfing kemarin dan dapat membuka downside menuju level moving average 50 hari di level 88,62.

Pasar Opsi Sinyalkan Penurunan Bisa Berumur Pendek



  • Pembalikan risiko delta 25 bulan naik menjadi -1,525; level tertinggi sejak 21 September. Ini mengindikasikan turunnya permintaan opsi Put.

  • Sementara itu, volatilitas opsi ATM satu bulan melayang di 7,95; level terendah sejak pertengahan Maret.


    • Jatuh permintaan untuk bearish bets (Puts) dan penurunan volatilitas biasanya disertai dengan uptick yang mendasari (AUD / JPY).

      Level Teknis AUD/JPY

      Saat ini, pasangan silang diperdagangkan pada level 88,60. Terobosan di atas 88,74 (tinggi 5 Oktober) akan mengekspos level tertinggi Senin di 89,08. Hanya penutupan akhir hari di atas level yang sama yang akan menghidupkan kembali pergerakan bullish dari level terendah di 87,25 (terendah 10 Oktober) dan akan membuka jalan ke 90,00 (level nol).

      Pada sisi negatifnya, penembusan di bawah 88,43 (rendah hari sebelumnya) bisa menghasilkan aksi jual ke level 87,92 (rendah 29 Se.) dan 87,85 (50-DMA).

IEA: Batubara, Minyak Akan Pimpin Pertumbuhan Permintaan Energi di Asia Tenggara Sampai 2040

Dalam laporan terakhirnya yang dipublikasikan pada hari Selasa, Badan Energi Internasional (IEA) mengungkapkan bahwa Asia Tenggara akan menjadi pendorong utama permintaan energi secara global karena ekonominya mencapai tiga kali lipat ukurannya dan jumlah penduduknya tumbuh hingga seperlima.
Baca lagi Previous

Australia Akan Memperkenalkan Peraturan Untuk Bitcoin

Kitco menyapmpaikan hari ini, menunjukkan bahwa Australia berada di garis depan untuk mengatur pasar kriptocurrency, mengikuti China dan Rusia.
Baca lagi Next