Emas Konsolidasikan Kenaikan Kuat ke Puncak Multi-bulan

FXStreet - Emas sekarang nampaknya telah memasuki fase konsolidasi bullish dan terlihat berosilasi dalam kisaran perdagangan sempit di bawah level $1340.

Logam mulia menyaksikan pembukaan gap bullish pada hari Senin setelah uji coba nuklir terakhir dan terkuat Korea Utara mendorong investor menuju aset safe haven tradisional. Harga spot melonjak ke level tertingginya sejak September 2016 sebelum sedikit mengoreksi, sampai saat ini berada di sekitar wilayah $1334-35.

Dengan tidak adanya perkembangan baru, penurunan kecil logam kuning dari tingkat yang lebih tinggi masih dikategorikan sebagai konsolidasi di tengah bias penjualan yang terus berlanjut di seputar Dolar AS. Pelemahan greenback cenderung mendukung permintaan komoditas berdenominasi dolar - seperti emas.

Dengan pasar AS yang ditutup sehubungan dengan libur Hari Buruh, kondisi likuiditas pasar yang tipis dapat memperburuk pergerakan naik, dengan komoditas melesat memperpanjang lintasan bullishnya, bahkan di luar level $1350, sekarang melihat kemungkinan yang berbeda.

Level teknis

Retracement di bawah level $1332 bisa diperluas menuju area support $1325, yang jika diutembus dapat memicu koreksi menuju support horizontal di $1315-13.

Sementara itu, bull akan mengincar momentum kuat di atas level $1340, di atas mana logam tampaknya siap untuk menguji rintangan $1350.

Yunani: PDB Konsolidasikan Pemulihan di Kuartal Kedua 2017 - ING

Pola pemulihan ekonomi Yunani tetap volatile karena bukti soft dan hard data terlihat kondusif terhadap percepatan laju ekspansi di kuartal ketiga 2017, menurut Paolo Pizzoli, Ekonom Senior di ING.
Mehr darüber lesen Previous

Korea: Aktivitas Kuat Tapi Geopolitik Terluka - ING

Pengetatan Bank of Korea mungkin lebih dekat dari yang kami duga beberapa bulan yang lalu karena terlepas dari risiko geopolitik di sekitar semenanjung Korea, arus informasi ekonomi pada aktivitas ekonomi terus menjadi kuat, dan yang penting, dikombinasikan dengan inflasi yang lebih kuat juga, jelas Rob Carnell, Kepala Ekonom di ING.
Mehr darüber lesen Next