4 Mar 2016
Minyak Menguat Di Asia Karena Penurunan Produksi AS
FXStreet - Benchmark minyak menguat di Asia di tengah berlanjutnya harapan harga rendah dari produsen minyak serpih berbiaya tinggi AS.
Pada saat penulisan, minyak berjangka WTI naik 27 sen atau 0,78% ke $ 34,84/barel. Brent berjangka naik 24 sen atau 0,65% di $ 37,31/barel. Total stok minyak di AS naik menjadi 518 juta barel; tertinggi sejak tahun 1930.
Namun, pasar mencatat kecenderungan penurunan produksi. Data pemerintah AS, mengungkapkan penumpukan besar persediaan, juga mengatakan produksi turun selama 6 minggu menjadi 9.080.000 barel per hari. Ini adalah produksi minyak terendah sejak November 2014.
Harga yang rendah juga semakin membebani produsen OPEC dan non-OPEC. Menteri Perminyakan Nigeria diberitakan kemarin menyatakan pertemuan OPEC dan non-OPEC dijadwalkan pada tanggal 20 Maret.
Pada saat penulisan, minyak berjangka WTI naik 27 sen atau 0,78% ke $ 34,84/barel. Brent berjangka naik 24 sen atau 0,65% di $ 37,31/barel. Total stok minyak di AS naik menjadi 518 juta barel; tertinggi sejak tahun 1930.
Namun, pasar mencatat kecenderungan penurunan produksi. Data pemerintah AS, mengungkapkan penumpukan besar persediaan, juga mengatakan produksi turun selama 6 minggu menjadi 9.080.000 barel per hari. Ini adalah produksi minyak terendah sejak November 2014.
Harga yang rendah juga semakin membebani produsen OPEC dan non-OPEC. Menteri Perminyakan Nigeria diberitakan kemarin menyatakan pertemuan OPEC dan non-OPEC dijadwalkan pada tanggal 20 Maret.