USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.940 meski Data Domestik Positif, DXY Melonjak Jelang NFP AS

  • Kurs Rupiah melemah 0,39% ke Rp17.940 per Dolar AS pada Kamis, berbalik dari penguatan tajam sehari sebelumnya.
  • PMI Manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi, surplus perdagangan melebar, sementara inflasi September tetap terkendali.
  • DXY melonjak ke 101,82 dan harga minyak kembali naik lebih dari 2,5%, membatasi dukungan dari data domestik terhadap Rupiah menjelang PMI Manufaktur ISM dan NFP AS.

Rupiah Indonesia (IDR) kembali melemah terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, meski sejumlah data ekonomi domestik menunjukkan hasil yang relatif positif. Pasangan mata uang USD/IDR ditutup naik 70 poin atau sekitar 0,39% ke Rp17.940, dari Rp17.870 pada Rabu. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia juga naik ke Rp17.937 dari Rp17.877 sehari sebelumnya.

Penguatan Dolar berlanjut setelah data perubahan ketenagakerjaan ADP AS September mencapai 90 ribu, melampaui konsensus 70 ribu. Fokus pasar kini beralih ke PMI Manufaktur ISM AS September pada Kamis malam, yang diprakirakan naik ke 55 dari 54,6. Data tersebut menjadi salah satu petunjuk berikutnya mengenai ketahanan ekonomi AS sebelum laporan Nonfarm Payrolls (NFP) September pada Jumat, yang diproyeksikan menunjukkan tambahan 90 ribu pekerjaan dari 162 ribu sebelumnya.

Tekanan eksternal juga datang dari pasar energi. WTI naik 2,60% ke US$92,77 per barel, sedangkan Brent menguat 2,59% ke US$100,57 per barel. Kenaikan minyak dapat menambah kebutuhan valas untuk impor energi Indonesia, sehingga menjadi salah satu faktor yang membatasi dukungan terhadap Rupiah dari data domestik yang membaik.

PMI Indonesia Kembali Ekspansi, Surplus Perdagangan Melonjak

Di dalam negeri, aktivitas manufaktur berbalik menguat pada September. PMI Manufaktur S&P Global Indonesia naik ke 52,4 dari 49,8 pada Agustus, menandai perbaikan kondisi bisnis terkuat sejak Februari. Produksi dan pesanan baru meningkat pada laju tercepat sejak Februari, sementara pesanan ekspor mencatat pertumbuhan terkuat sejak Mei 2022.

Neraca perdagangan Agustus juga memberikan sinyal positif dengan surplus US$3,55 miliar, jauh di atas US$0,13 miliar sebelumnya dan konsensus US$0,6 miliar. Ekspor tumbuh 6,72% secara tahunan, sedangkan pertumbuhan impor melambat ke 19,09% dari 27,02%. Sementara itu, inflasi September naik menjadi 3,28% YoY dari 3,19%, sedikit di bawah konsensus 3,3%, dan inflasi inti melambat menjadi 2,84% dari 2,92%.

USD/IDR Kembali ke Atas Resistance 17.934

Grafik Harian USD/IDR
Grafik Harian USD/IDR

Pada grafik harian ICE, USD/IDR berada di sekitar 17.945 dan kembali menembus resistance 17.930–17.934 (tertinggi 6–7 Agustus), setelah sempat turun ke area 17.872 (terendah harian). Pasangan mata uang ini kembali bergerak dalam ascending channel yang terbentuk sejak pertengahan September. Jika USD/IDR mampu bertahan di atas 17.934, resistance berikutnya berada di level psikologis 18.000, kemudian batas atas Bollinger Band di sekitar 18.045 dan area 18.090 (tertinggi 28 dan 30 Juli).

Sebaliknya, penurunan kembali di bawah 17.934 dapat membuka jalan menuju 17.860 (terendah 30 September), diikuti 17.795 (terendah 23 September). Support lebih bawah terlihat di sekitar garis tengah Bollinger Band 17.754 dan MA 100 hari di sekitar 17.722. Relative Strength Index (RSI) berada di 59,80, masih di atas level netral 50 tetapi belum memasuki wilayah overbought, menunjukkan momentum kenaikan USD/IDR masih bertahan.



Kontrak Berjangka Dow Jones Turun saat Pasar Menimbang Kenaikan Imbal Hasil AS

Dow Jones Futures turun 0,42% dan diperdagangkan di dekat 51.060 selama sesi perdagangan Eropa pada hari Kamis. Sementara itu, S&P 500 futures naik 0,09% dan diperdagangkan di sekitar 7.720, sementara Nasdaq 100 futures naik 0,51% dan diperdagangkan di dekat 30.850
مزید پڑھیں Previous

Dolar AS: Penyesuaian ulang sikap The Fed dan data inflasi mengarahkan pergerakan – Deutsche Bank

Catatan Early Morning Reid dari Deutsche Bank menyebutkan bahwa revisi PCE AS yang lebih lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Oktober, meskipun Indeks Dolar naik tipis.
مزید پڑھیں Next