Pound Inggris Melonjak ke Level Tertinggi Dua Minggu saat JPY Turun setelah BoJ Menaikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi 31 Tahun

  • GBP/JPY membangun kenaikan intraday-nya karena JPY melemah di tengah memudarnya harapan akan pengetatan BoJ yang agresif.
  • BoJ menaikkan suku bunga ke level tertinggi 31 tahun, meskipun inflasi yang mereda di Jepang meredam spekulasi kenaikan suku bunga.
  • Para pedagang kini menantikan konferensi pers pasca-pertemuan untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang jalur kebijakan BoJ.

Pasangan mata uang GBP/JPY menarik pembeli baru selama sesi Asia pada hari Jumat dan melonjak ke level tertinggi hampir dua minggu, melampaui 209,50, setelah Bank of Japan (BoJ) mengumumkan keputusan kebijakannya.

Seperti yang telah diprakirakan secara luas, bank sentral Jepang menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 1,25%, atau level tertinggi 31 tahun, pada akhir pertemuan kebijakan bulan September. Dalam pernyataan kebijakan yang menyertainya, BoJ menegaskan kembali bahwa pihaknya akan terus menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap perkembangan aktivitas, harga, dan kondisi keuangan. Namun, hasil pemungutan suara 7-2 menunjukkan adanya perpecahan di dewan dan meredam ekspektasi terhadap siklus pengetatan yang lebih agresif di tengah data yang menunjukkan bahwa inflasi di Jepang sedikit mereda pada bulan Agustus.

Faktanya, Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) utama Jepang tetap stabil di 1,9% YoY, sementara inflasi inti secara tak terduga turun menjadi 1,7% pada bulan Agustus. Selain itu, IHK inti, yang mengecualikan harga makanan segar dan energi, tetap berada di bawah target 2% bank sentral, yang dipandang melemahkan Yen Jepang (JPY). Pound Inggris (GBP), di sisi lain, mendapat dukungan dari aksi harga Dolar AS (USD) yang lemah dan memberikan dorongan tambahan pada pasangan mata uang GBP/JPY. Meski demikian, keputusan dovish Bank of England (BoE) untuk mempertahankan suku bunga pada hari Kamis mungkin akan membatasi GBP.

Selain itu, para penjual JPY mungkin akan menahan diri untuk memasang taruhan agresif dan memilih menunggu konferensi pers pasca-pertemuan, di mana komentar dari Gubernur BoJ Kazuo Ueda akan dicermati untuk mencari petunjuk mengenai waktu dan laju pengetatan di masa depan secara tepat. Oleh karena itu, akan lebih bijaksana untuk menunggu aksi beli lanjutan yang kuat sebelum mengantisipasi kelanjutan pemulihan pasangan mata uang GBP/JPY baru-baru ini dari area 207,00, atau level terendah tahun berjalan, yang disentuh minggu lalu.

Indikator Ekonomi

Keputusan Suku Bunga BoJ

Bank of Japan (BoJ) mengumumkan keputusan suku bunganya setelah masing-masing dari delapan rapat tahunan Bank yang dijadwalkan. Secara umum, jika BoJ bersikap hawkish terhadap prospek inflasi ekonomi dan menaikkan suku bunga, maka hal itu akan bullish bagi Yen Jepang (JPY). Demikian pula, jika BoJ memiliki pandangan dovish terhadap ekonomi Jepang dan mempertahankan suku bunga tidak berubah, atau memangkasnya, maka hal itu biasanya bearish bagi JPY.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Jum Sep 18, 2026 02.54

Frekuensi: Tidak teratur

Aktual: 1.25%

Konsensus: 1.25%

Sebelumnya: 1%

Sumber: Bank of Japan

Yen Jepang Jatuh Seperti Rumah Kartu saat BoJ Menaikkan Suku Bunga 25 bp Menjadi 1,25%

Yen Jepang (JPY) anjlok terhadap Dolar AS (USD) setelah keputusan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ). Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang USD/JPY melonjak mendekati 156,95
আরও পড়ুন Previous

Pembeli Emas tampak ragu karena sikap Hawkish The Fed dan kegelisahan Timur Tengah membatasi penurunan USD

Emas (XAU/USD) berusaha keras untuk memanfaatkan kenaikan tipis pada sesi Asia pada hari Jumat dan tetap berada di bawah puncak mingguan, yang disentuh pada hari sebelumnya di tengah sinyal yang beragam.
আরও পড়ুন Next