Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Menyentuh Posisi Terendah di Bawah $4.600 saat Inflasi AS Mendukung Greenback

  • Emas menyerahkan kembali kenaikan sebelumnya pada hari Kamis dan mundur di bawah $4.600.
  • Angka-angka Indeks Harga PCE yang lengket telah memberikan sedikit dukungan kepada Dolar AS.
  • XAU/USD tetap bullish selama berada di atas SMA 200-hari.

Emas (XAU/USD) menyerahkan kembali pemulihan tipis yang terlihat selama sesi Asia pada hari Kamis dan terkoreksi di bawah $4.600 selama pagi Eropa, seiring Indeks Dolar AS (DXY) berkonsolidasi di atas 99,00. Sentimen pasar yang hati-hati menjelang simposium Jackson Hole dan angka inflasi AS yang panas pada hari Rabu telah memberikan sedikit dukungan kepada Dolar AS dan membatasi reli logam mulia.

Data AS yang dirilis pada hari Rabu mengungkapkan bahwa Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE), pengukur inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed), tetap stabil jauh di atas target 2%, menambah tekanan pada bank sentral untuk memperketat kebijakan moneternya. Namun, taruhan untuk kenaikan suku bunga pada bulan September praktis tidak berubah, di 36%, menurut angka yang dirilis oleh Alat FedWatch CME Group.

Analisis Teknis: XAU/USD tetap bullish selama berada di atas SMA 200-hari

XAU/USD Chart Analysis


XAU/USD diperdagangkan di $4.595, setelah ditolak di area $4.700 pada awal pekan, meskipun bias jangka pendek tetap bullish selama berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Indikator momentum pada grafik harian masih berada jauh di wilayah positif, dengan Relative Strength Index (14) turun ke 66, setelah mencapai level jenuh beli, dan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mundur tetapi masih berada di atas nol, mengisyaratkan momentum bullish yang melambat alih-alih pembalikan bearish.

Support langsung muncul di terendah hari Rabu di $4.583, sebelum SMA 200-hari yang disebutkan sebelumnya, indikator yang sangat populer bagi para trader FX, yang kini berada di $4.525. Konfirmasi di bawah level ini akan memberi harapan baru bagi para bear, dan akan membuka eksposur ke terendah 20 Agustus di dekat $4.450 serta terendah 14 Agustus, di dekat $4.310.

Pada sisi atas, resistance berada di tertinggi hari Selasa di dekat level $4.700 dan tertinggi 12 Mei, di dekat $4.775.

(Analisis teknis dari cerita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Harga Perak Hari ini: Perak Naik, Menurut Data FXStreet

Harga Perak (XAG/USD) naik pada hari Kamis, menurut data FXStreet. Perak diperdagangkan di US$68,39 per troy ons, naik 0,38% dari US$68,13 pada hari Rabu.
了解更多 Previous

Dolar AS: Realitas kebijakan mendukung ketahanan – OCBC

Ahli strategi OCBC Bank, Sim Moh Siong dan Christopher Wong, berpendapat bahwa pembelian kembali Treasury kemungkinan tidak akan memicu pelemahan Dolar yang berkelanjutan tanpa dukungan Federal Reserve yang jelas untuk membatasi imbal hasil.
了解更多 Next