Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah Abaikan Dolar AS, BI akan Rilis Data Penjualan Ritel

Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Rabu, 8 Juli:

Dolar AS yang diukur dengan Indeks Dolar AS (DXY) ditutup menguat 0,22% di 101,09 pada hari kemarin dan melanjutkan kenaikan di perdagangan sesi Asia hari ini. Indeks ini mematahkan penutupan negatif tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya di tengah pembaruan konflik di Timur Tengah.

"Pasukan Komando Pusat AS telah mulai melancarkan serangkaian serangan kuat terhadap Iran untuk memberikan balasan yang berat atas penargetan dan serangan terhadap awak kapal komersial yang terdiri dari warga sipil tak bersalah di jalur perairan internasional," kata Centcom pada hari Selasa.

Pernyataan tersebut muncul setelah ada dugaan Iran menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Peristiwa di atas mendorong harga Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 4,97% untuk ditutup di $72,02 per barrel kemarin, yang memiliki korelasi positif dengan Dolar AS.

Kabar di atas menutupi data Rata-Rata Perubahan Ketenagakerjaan ADP 4-minggu untuk pekan hingga 4 April yang turun menjadi 21 ribu dari 24,25 ribu yang dirilis pada hari kemarin. Lebih jauh, Dolar AS ditopang oleh komentar Presiden The Fed New York, John Williams, yang mengatakan inflasi masih terlalu tinggi dan kebijakan moneter berada di posisi yang baik.

Rupiah Abaikan Penguatan Dolar AS, Menantikan Data Penjualan Ritel

Rupiah ditutup menguat 0,36% terhadap Dolar AS di 17.971 kemarin yang sempat melemah ke 18.059, mengabaikan penguatan mata uang Dolar AS. Namun demikian, perlu dinantikan apakah kondisi ini akan bertahan mengingat akan ada rilis Risalah Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juni, saat Ketua The Fed baru, Kevin Warsh, memimpin pertemuan tersebut.

Peristiwa penting terdekat untuk saat ini adalah data Penjualan Ritel Indonesia bulan Mei yang akan dirilis Bank Indonesia hari ini pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Data ini akan diamati menyusul penurunan 3,7% tahun-ke-tahun pada angka bulan sebelumnya.

Jika data penjualan ritel membalikkan hasil negatif sebelumnya dan Rupiah terus mengabaikan penguatan Dolar AS, pasangan mata uang USD/IDR memiliki level-level sisi bawah yang perlu diperhatikan di 17.915 (terendah hari kemarin), 17.845 (terendah 29 Juni), dan 17.800 (level angka bulat). Sementara di sisi atas ada resistance di 18.000 (level psikologis), 18.059 (tertinggi kemarin), dan 18.100 (level angka bulat).

Indikator Ekonomi

Penjualan Ritel (Thn/Thn)

Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Jul 09, 2026 03.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: -3.7%

Sumber:

WTI Melonjak Setelah Serangan Udara AS Terbaru ke Iran

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terus naik setelah mencatat kenaikan hampir 5% pada hari sebelumnya, diperdagangkan sekitar $72,20 per barel selama jam perdagangan sesi Asia pada hari Rabu
อ่านเพิ่มเติม Previous

Hunter, RBA: Dewan akan campur tangan sesuai kebutuhan untuk mengembalikan inflasi ke target

Asisten Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Sarah Hunter mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral akan bertindak sesuai kebutuhan untuk mengembalikan inflasi ke target, meskipun guncangan minyak baru-baru ini belum menghasilkan perlambatan aktivitas ekonomi yang signifikan
อ่านเพิ่มเติม Next